Posts

Mbah Sapu Jagad Gresik, Penghalau Bajak Laut Dan Serangan ke Giri Kedaton

Image
Yayasan Mataseger (Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik) menyesalkan makam tua Mbah Sapu Jagad yang berada di perempatan GNI Jalan Pahlawan tidak nampak seperti makam keramat lainnya yang umumnya diberi cungkup.

Kris Adji, Ketua Yayasan Mataseger mengatakan ada pihak yang telah mengecor atap makam dengan beton.

"Seharusnya dibuat cungkup," kata Kris Adji, Jumat (13/12/2019).

Berdasarkan sejarah, Sapu Jagad dulunya adalah prajurit pilihan Blambangan yang berasal dari Banger sekarang Probolinggo.

Ia ditugasi menjaga keamanan wilayah Giri Kedaton sebutan Kota Gresik zaman dulu yang menjadi pintu gerbang kerajaan Majapahit.

"Tugas utamanya adalah menghalau bangsa-bangsa lain seperti China, Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda yang ingin menguasai Gresik," papar pria yang berprofesi sebagai guru di SMA NU 1 Gresik itu.

Salah satu kisah keberhasilan Sapu Jagad dalam menjalankan tugasnya tertuang dalam Serat Kanda.

Diceritakan Sapu Jagad dan pasukannya mampu me…

Keris Luk 13 Sindujoyo Maha Karya Sejarah di pegang oleh Rachmad Rofik Bacabup PDIP 2020.

Image
KERIS LUK 13 SIMBOL RUKUN SHALAT 
Sejak penyebaran Islam di Jawa, pengaruh Islam dalam keris juga sangat kental dan terasa. Muncul akulturasi kuat diantara keduanya berikut dengan pemaknaannya. Begitupun dengan angka 13. Terdapat kepercayaan kuat dimasyarakat di berbagai tempat bahwa angka 13 adalah angka keramat dan penuh makna. Konsep angka 13 misalnya dalam ajaran islam bisa dimaknai sebagai jumlah rukun shalat. Shalat adalah tiang agama yang menjadi pondasi dasar kokohnya agama. Berikut ke-13 rukun shalat tersebut; 1) Niat, 2) Takbiiratul-ihraam, 3) Membaca Al-Fatihah, 4) Ruku’, 5) I’tidal atau Berdiri tegak setelah ruku’, 6) Sujud dengan tujuh anggota tubuh, 7) Duduk di antara dua sujud, 8) Thuma’ninah dalam semua amalan shalat, 9) Tertib urutan untuk tiap rukun yang dikerjakan, 10) Tasyahhud akhir, 11) Duduk tasyahhud akhir, 12) Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan 13) Dua kali salam.

Kiranya inilah salah satu yang mendasari mengapa angka 13 menjadi penting dalam …

HAUL 513 TAHUN SUNAN GIRI

Image

Sekilas Riwayat Kyai Toemenggoeng Poesponegoro

Image
Awal pemerintahan Gresik yang pertama dipercayakan kepada seorang Bupati yang bernama Kyai Toemenggoeng Poesponegoro, kepercayaan pemerintahan diberikan oleh Amangkurat II, yaitu Raja dari Kerajaan Mataram setelah berhasil meruntuhkan kekuasaan Dinasti Giri. Nama Bupati Gresik saat itu adalah Kyai Toemenggoeng Poespo Negoro. Jika dimaknai satu persatu adalah sebagai berikut. Arti nama dari Kyai berasal dari Bahasa Persia, yang artinya orang yang terpandang, yang suka melakukan perjalanan dalam konteks berdakwah. Sedangkan arti dari kata Toemenggoeng adalah gelar kebangsawanan dalam Jawa dan Puspa yang berarti bunga. Dan Negoro artinya negeri. Jadi secara keseluruhan, arti dari Kyai Toemenggoeng Poespo Negoro I adalah seorang pendakwah dalam golongan bangsawan yang akan mengharumkan negerinya seperti bunga. Tumenggung Poesponegoro lahir dengan nama Bagus Lanang Poespodiwangsa yang merupakan keturunan dari Raden Kusen, yang lahir dari ibu keturunan Cina bernama Siu Ban Ci dan ayah berna…

Hilangnya Islam di Spanyol Yang Berusia 700 tahun

Image
Berbicara proses Islamisasi Eropa atau dunia barat secara umum, tidak lepas dari sejarah Islam Andalusia atau Spanyol. Sebab, Islam telah memberikan pengaruh luar biasa bagi prsoses pencerahan di benua biru tersebut.

Hal itu dijelaskan oleh Sejarawan KH Agus Sunyoto saat mengisi diskusi bedah sejarah Islam di Pesamuan Agung Thoriqoh Sattariyah Pondok Pesantren Darul Ulum Rejo Mulyo Barat Magetan, Jawa Timur, Sabtu (29/10).

Penulis buku Atlas Walisongo tersebut mengatakan, peranan strategis kerajaan Islam Andalusia diakuinya telah memicu terjadinya intelektualisasi Islam yang hebat. Satu sisi memacu Eropa bangkit dari dark age atau masa kegelapan.

Dari sana pulalah, sejumlah tokoh tokoh intelektual Islam hadir, seperti Ahli matematika (Al-Khwarizmi, Orang pertama yang menulis buku berhitung dan aljabar), ahli kedokteran (Al-Kindi penulis buku ilmu mata, Ar-Razi atau Rhazez penulis buke kedokteran, Abu Al-Qasim al-Zahrawi ahli bedah, Ibnu Nafis penemu sirkulasi darah, dan Ibnu Sina), a…

Teknologi Hati Sunan Prapen dan Google Maps

Image
Syahdan, tersebutlah sebuah fragmen cerita ketika Sunan Prapen akan menginisiasi Jaka Tingkir sebagai Raja Pajang, beliau memberikan sebuah notifikasi dan informasi masa depan penting kepada Jaka Tingkir, Sultan Hadiwijaya, bahwa kelak singgasananya akan digantikan oleh Senopati atau Sutawijaya. Anak angkatnya sendiri.

Informasi bersifat kaysaf dari Sunan Prapen begitu terperinci. Bahkan sebelum bertemu dengan Ki Ageng Pemanahan, ayah dari Senopati.

Konfirmasi ramalan tersebut semakin menguat ketika Sunan Prapen bertatap muka langsung dengan Ki Ageng Pemanahan.

Kejernihan hati bisa memberikan sebuah releksi dan estimasi dari kejadian yang akan datang. 
Teknologi hati ini, bisa terjadi, karena memang metodologi (tirakat) yang dilakukan oleh Sunan Prapen memang sudah terpenuhi syarat dan rukunnya. Ilmu ini sudah diwarisi dari kakeknya Prabu Satmata. Prabu Satmata dari Ayahnya Syaikh Maulana Ishaq qs yang syahdan juga ketika dalam gua yang gelap gulita berpendar bercahaya tubuhnya manak…

Atlas Wali Songo : Fakta Sejarah Para Wali Penyebar Islam di Nusantara.

Image
Usai menamatkan buku Ensiklopedia Islam, hati Agus Sunyoto tiba-tiba tersentak. Dalam buku yang diterbitkan oleh Ikhtiar Baru Van Houve tersebut, ia sama sekali tak menemukan satu pun kata yang menyebut Wali Songo. Ingatannya kemudian melayang kepada sebuah buku lain berjudul Walisanga Tak Pernah Ada? karya Sjamsudduha, yang pernah dibacanya beberapa waktu sebelumnya.

“Saya pikir adalah ahistoris, kalau ndak mau saya bilang naif, saat kita membahas perkembangan Islam di Indonesia, sama sekali tidak menyebut nama Wali Songo”, ujar sejarawan kelahiran Surabaya, 57 tahun yang lalu itu.
Istilah wali songo memang kadung dimengerti oleh sebagian besar masyarakat Islam Indonesia hanya sebagai mitologi. Itu setidaknya tercermin dari cerita-cerita yang berserakan di kalangan masyarakat yang hanya mengidentikan Wali Songo dengan soal-soal karomah, keajaiban dan realita supranatural yang kadang tidak terjangkau otak manusia modern. Yang terjadi adalah sejarah Wali Songo jika tidak dipuja-puja be…